Sanggupkah Presiden Yoon Bawa Crypto Korea ke Bulan?
freepik.com

Sanggupkah Presiden Yoon Bawa Crypto Korea ke Bulan?

Satu ekor banteng crypto bakal masuk Blue House (Gedung Putih Korea Selatan) Mei ini serta, disamping ambil alih negara, siap buat menggempur rintangan masuk buat pasar crypto-nya. Dengan sekumpulan kebijaksanaan pro-crypto anyar, presiden anyar Yoon Suk-yeol barangkali belum keluarkan kemampuan ekosistem de-fi negaranya yang masih belum dipakai.

Pasar mencintai hasil pemilu. Bitcoin kuat di atas US$40.000 dalam hari kemenangan Yoon, sementara token ICX Korea Selatan yang terutama naik 70% sebab info itu.

Di lajur kampanye, Yoon janji buat kembalikan token pada korban penjarahan kripto, melegalkan ICO, serta mempertingkat ujung pajak buat penerimaan kripto. Investor mengharapkan ia selanjutnya bisa membentuk lingkungan ketetapan yang memungkinnya crypto berkembang di Korea Selatan.

Apabila ia sukses, resikonya dapat beriak di semuanya lokasi. Sanggupkah fragmen crypto Seoul jadi ‘gelombang Korea’ seterusnya yang menerjang pantai Asia?

Pasar Bullish, Regulator Bearish

Kepincangan pemikiran terkait cryptocurrency udah bertahan pada Korea Selatan waktu sekian waktu. Sementara banyak penduduknya terjun ke ‘kegilaan kripto’ berturutan, regulator keuangan masih begitu konvensional.

Sepanjang tahun 2017, Korea Selatan yang mengerti technologi yaitu pasar paling besar ke-3  di dunia buat perdagangan Bitcoin, sementara 3 dari 10 buruh penghasilan yang dievaluasi menggenggam cryptocurrency. Maju cepat ke ini hari, serta crypto udah keluar keramaian kantor, dengan lingkup 30% buat semuanya komunitas.

Seputar 15,dua juta orang Korea Selatan saat ini punya account kripto, serta 5,enam juta aktif berdagang, menurut study Unit Intelijen Keuangan beberapa waktu terakhir.

Demografi umur pun melebar. Seusai ledakan adopsi teranyar awalan tahun silam, pergantian cryptocurrency paling besar di dua negara, Upbit serta Bithumb, menyampaikan seputar 1/2 dari pemakai mereka saat ini berumur 40-an serta 50-an.

Akan tetapi regulator belum cepat meresap. Sejumlah, seperti Gubernur Bank of Korea Lee Ju-yeol, udah usaha keras. Lee, yang di tahun 2017 mengucapkan cryptocurrency bukan mata uang namun sama dengan komoditas, tahun silam masih bertahan kalau asset crypto “tak punya nilai intrinsik.”

Sebelumnya Yoon hadir, komite keuangan Majelis Nasional Korea Selatan rencana buat mengambil pajak capital gain senilai 20% untuk seluruhnya keuntungan kripto di atas 2,lima juta won (seputar US$2.105). Ini nampaknya didesain buat beri hukuman investor pengecer sebab memperdagangkan kripto, ingat pajak yang serupa tak dipakai atas keuntungan pasar saham sampai 50 juta won (US$40.000).

Akan tetapi Yoon tampak buat menambah ujung batasan itu, janjikan pajak 0 keseluruh keuntungan perdagangan sampai 50 juta won (seputar US$40.000), suatu cara yang udah disanjung secara luas oleh banyak pedagang negara tersebut serta peluang bakal memajukan lebih banyak orang-orang Korea buat ikut juga pada permainan perdagangan..

Pinggiran Anyar

Banyak pimpinan industri pun memajukan sejumlah proyek anyar buat turunkan rintangan masuk serta menganeka-ragamkan aliran adopsi kripto. Kookmin Bank, contohnya, rencana buat luncurkan Exchange-traded Funds (ETFs) berbasiskan crypto pertama di negara tersebut, yang sejumlah besar udah raib dari lanscape de-fi Asia.

Kelas asset ini bakal menarik buat investor yang lebih berwaspada yang tidak akan penekanan taruhan di token spesifik tapi tetap cari paparan perkembangan crypto dalam portofolio mereka.

Permainan Crypto yaitu tempat yang lain memiliki potensi meletus, dengan studio permainan Korea Neowiz bakal luncurkan permainan golf gadget gratis buat main, play-to-ear yang ditunjang crypto, Crypto Golf Impact.

Akan tetapi waktu ini, wewenang permainan Seoul larang lansir dalam negeri permainan crypto yang keluarkan Non-fungible Token (NFT) yang bisa diuangkan, menaruhnya dalam rangka yang serupa dengan judi atau pekerjaan spekulatif.

Pisahkan permainan crypto dari undang-undang judi yaitu trik lain Yoon bisa bebaskan industri dari belenggu hukumnya.

“Banyak pemakai kami cari pemasukan tambahan dengan main permainan kripto,” Philip Devine, CEO Riveted Permainan, mengucapkan pada Wealth of Geeks.

Devine mengucapkan permainan NFT perusahaannya, CryptoBlades, tenar di Korea Selatan. Akan tetapi, lebih sukar buat tembus pasar Korea Selatan ketimbang di Asia Tenggara sebab limitasi. Bantuan pemerintahan, tuturnya, bakal menolong menekankan pemakai kalau pembelian dalam permainan mereka bisa tetap menciptakan hasil buat mereka. Export Seterusnya Korea?

Korea Selatan cukup jadi trendsetter di Asia, dari musik pop sampai makanan sampai mode, namun sanggupkah pendekatan Yoon kepada kripto jadi bentuk anyar buat dituruti negara lain?

Regulator wilayah diperlukan buah pikiran.

Sejumlah besar orang Malaysia yakin crypto yaitu investasi yang baik. Akan tetapi, pemerintahnya masih kebingungan buat mengontrolnya serta masih bertarung buat tutup sela dalam code pajak atau menyudahi penjarahan listrik dari penambang Bitcoin.

Taiwan, yang udah lama dikatakan selaku surga menjanjikan buat sejumlah proyek yang keluar anti-crypto China, belum penuhi kemampuannya, dengan ketetapan yang pelan serta berhati-hati yang focus di penjagaan pencucian uang ketimbang penyemaian industri.