Mendekati Idul Fitri, Pemerintahan Mempercepat Pendistribusian Bantuan sosial

Mendekati Idul Fitri, Pemerintahan Mempercepat Pendistribusian Bantuan sosial

Di Medan, Menko PMK Peringatkan Tak boleh Coba-Coba Mengambil Hak Orang Gak Dapat

KEMENKO PMK — Pemerintahan bertambah meningkatkan distribusi sumbangsih sosial mendekati liburan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Berdasar pada petunjuk Presiden RI Joko Widodo, spesial hari Lebaran, pendistribusian sumbangsih sosial berwujud Kontribusi Pangan Non Tunai (BPNT) serta Kontribusi Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng langsung dirapel sekalian 3 bulan dari April-Mei yang dibayar saat bulan April.

Semasing bantuan sosial yang dipercepat pendistribusiannya ialah BPNT sejumlah Rp 600 ribu atau Rp 200 ribu perbulan, serta BLT Minyak Goreng sejumlah RP 300 ribu atau Rp 100 ribu perbulan. Pendistribusian ini dikerjakan oleh PT Pos Indonesia.

Menteri Koordinator Bagian Pembangunan Manusia serta Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memperjelas kalau argumen kecepatan distribusi bantuan sosial sekalian 3 bulan ialah untuk mendukung daya ekonomi penduduk saat hari raya.

“Jadi buat 3 bulan di depan dikasihkan buat bulan April sekalian. Maka mereka yang merasakan surprise inflasi tak merasakan konstraksi yang berlebih. Sebab itu ini lekas kita tolong terpenting buat menyongsong Idul Fitri,” pungkasnya waktu menyurvei pendistribusian bantuan sosial di Kantor Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, di Sabtu (16/4).

Dalam pengetesan pendistribusian bantuan sosial itu, Menko PMK dikawal oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi serta Wali Kota Medan Bobby Nasution. Menko PMK pun menyisihkan berhubungan dengan penduduk yang berurut buat terima bantuan sosial. Sejumlah penduduk menuturkan mereka udah tercatat dalam sistem bantuan sosial PKH, BPNT, serta BLT Minyak Goreng.

Muhadjir mengatakan, pendistribusian bantuan sosial di Kecamatan Medan Belawan udah berjalan secara baik. “Barusan saya udah periksa di sini pendistribusiannya udah bagus. PT Pos sudah bekerja baik,” ujarnya.

Lebih lenjut, Menko PMK memohon biar kecepatan pendistribusian bantuan sosial ini tak disalahpergunakan oleh pelaku spesifik yang ambil keuntungan sepihak. Contohnya mengakui kalau ia yang berusaha turunnya bantuan sosial setelah itu mohon sisi dari yang diterima penduduk.

“Sebab ini yaitu buat mereka yang tak dapat. Tak boleh berusaha untuk ambil hak mereka yang tak dapat. Sebab itu begitu tak dibenarkannya oleh tuntunan agama ataupun ketetapan undang-undang,” pungkasnya.

Ia mengharapkan, pendistribusian bantuan sosial berjalan manis serta dapat tuntas sebelumnya waktu liburan hari Lebaran. “Bila ini dapat dikerjakan, jadi apa sebagai tujuan dari pemerintahan bakal tercukupi,” kata Menko PMK.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.